Thoriqot Malam
Sedingin udara malam menghantar tidur
Pelopak mata perlahan kaku
Susur dalam gelapnya malam
Desiran lagu yang sumbang
Perlahan susut pada gelap yang di tinggal purnama
Dari dinding langit
Sepsang wajah terus menghantui
Seakan berbisik tentang pahala dan dosa
Mungkinkah itu bidadari
Yang terlambat naik menuju arasy
Atau hanya imajinasi yang mengajakku berkholwat
Kesunyian terus menyelimuti malam
Hingga sehelai rambut terhelai
pada pundak yang mulai renta
Tubuh ini mulai menggil
Lantaran kata yang ku susun enggan menjadi kalimat
Perjalana ini hanya sebuah narasi
Dari bongkahan ejekan para generasi tua
Oh gusti yang agung
Tuntun aku dari kehampaan duniawi
Meski lakon ini tak mampu aku selesaikan.
F
Malang 07/10/12





0 komentar:
Posting Komentar