MANAJEMEN STRATEGI
Pengertian Manajemen Strategi
Manajemen
strategi adalah suatu seni (keterampilan), teknik, dan ilmu merumuskan,
mengimplmentasikan, dan mengevaluasi serta mengawasi berbagai keputusan
fungsional organisasi (bisnis dan non bisnis) yang selalu dipengaruhi oleh
lingkungan internal dan eksternal, yang senantiasa berubah sehigga memberikan
kemampuan kepada organisasi untuk mencapai tujuan sesuai dengan yang
diharapkan. Defnisi ini
secara tidak langsung menunjuk dan memusatkan pada pengintegrasian manajemen,
pemasaran, sumberdaya manusia, keuangan,riset dan pengembangan.
Proses Manajemen
Strategi
Proses manajemen strategi terdiri
dari 4 (empat) tahapan: (a) perumusan (formulasi) strategi, (b) implementasi strategi, dan (c) evaluasi
strategi.
Formulasi Strategi,
meliputi pengembangan misi bisnis, mengidentifikasi peluang dan ancaman
eksternal, mengukur dan menetapkan kekuatan dan kelemahan internal, menetapkan
tujuan jangka panjang, mengumpulkan alternatif, serta memilih strategi-strategi
khusus yang akan diberlakukan untuk kasus-kasus tertentu. D dalam formulasi strategi telah mencakup
tentang obyek organisasi baru yang akan digarap, obyek bisnis yang akan
ditinggalkan, pengalokasian sumber daya (baik sumber daya finansial maupun
sumber daya non finansial), apakah perlu mengembangkan kegiatan atau
diversifikasi produk, apakh akan masuk pasar internasional atau cukup pada
pasar domestik, apakah diperlukan merger atau tidak, dan bagaimana
menghindarkan diri dari pengambilalihan organisasi oleh pesaing. Karena tidak ada organisasi yang mempunyai
sumber daya tak terbatas, maka strategi harus berni memutuskan strategi
alternatif mana yang akan memberi dampak positif terbaik sehingga akan
memberikan keuntungan optimal bagi perusahaan. Strategi harus memberikan
keunggulan komparatif dan pada khirnya dalam jangka panjang dapat memberikan
keunggulan kompetitif.
Mengimplementasikan strategi, sering juga disebut sebagai tahapan dari
tindakan manajemen strategi. Dalam
tahapan ini perusahaan menetapkan atau merumuskan tujuan perusahaan tahunan
(annual objective of business), memikirkan dan merumuskan kebijakan, motivasi
karyawan serta mengalokasikan sumberdaya sehingga strategi yang telah
diformulasikan dapat dilaksanakan. Implementasi strategi meliputi budaya yang
mendukung pengembangan organisasi bisnis, menciptakan struktur organisasi yang
efektif, merefleksikan berbagai usaha pemasaran, mempersiapkan anggaran,
mengembangkan dan memanfaatkan sistem informasi, serta memotivasi individu agar
mau melaksanakan dan berkerja sebaik mungkin. Implementasi strategi memerlukan
kinerja dan disiplin yang tinggi yang juga harus diimbangi dengan imbalan yang
memadai.
Mengevaluasi dan Mengawasi Strategi, evaluasi dan eratpengawasan merupakan tahap
terakhir dalam proses strategi. Semua
strategi merupakan subyek modifikasi di masa yang akan datang, sebab berbagai
faktor internal dan eksternal akan selalu mengalami perubahan. Evaluasi strategi mencakup 3 hal, yaitu (1) mereview
faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar bagi strategi yang sedang
berlangsung, (2) mengukur kinerja yang
telah dilakukan, dan (3) mengambil berbagai tindakan perbaikan. Evaluasi sangat diperlukan bagi suatu
organisasi bisnis, sebab keberhasilan usaha saat ini tidak akan menjadi
keberhasilan perusahaan di masa yang akan datang. Bahkan keberhasilan saat ini dapat
menimbulkan persoalan-persoalan baru yang berbeda. Demikian juga apabila terjadi kegagalan, maka
persoalan baru muncul dan harus dihadapi agar menghidupkan kembali usaha yang
sudah gagal.
Dalam suatu organisasi yang besar,
proses formulasi, implementasi, evaluasi dan pengawasan strategi terdapat pada
3 (tiga) tingkatan hirarki, yaitu tingkatan corporate,
tingkatan unit bisnis (divisi), dan tingkatan
fungsional. Dari uraian di atas proses
manajemen strategi dapat digambarkan sebagai berikut:
PRINSIP MANAJEMEN
STRATEGI
1.
Perencanaan Strategis Menembus
(merembes),
Semua manajer
pada berbagai divisi harus belajar berfikir strategis. Semua tingkat manajerial temasuk supervisor
akan terlibat dalam manajemen strategi dengan cara tertentu. Setiap tingkat pola dan cara yang akan
diambil berbeda, tetapi mengarah pada suatu tujuan yang telah ditetapkan.
2. Proses Perencanaan Komprehensif, artinya perencaan di
dasarkan pada kebutuhan dan pengembangan usaha, bukan di buat asal-asalan.
KOMPONEN PROSES MANAJEMEN STRATEGI
1. Misi Perusahaan (organisasi),
menggambarkan tujuan atau alasan mengenai keberadaan organisasi
(perusahaan). Di dalam misi telah mencakup tipe, ruang lingkup dan
karekteristik aktivitas yang akan dikerjakan
2. Tujuan, yang merupakan hasil
akhir dari suatu aktivitas atau kinerja.Dalam tujuan ini akan dtegaskan apa
yang akan dicapai, kapan, berapa yang harus dicapai.
3. Strategi, yaitu keterampilan dan ilmu memenangkan
persaingan. Karena persaingan merupakan
perebutan pangsa pasar (konsumen), sedangkan konsumen stiap saat mengalami
perubahan, maka strategi harus dikelola sedemikian rupa agar tujuan jangka
pendek, menengah, dan jangka panjang perusahaan dapat trcapai.
4. Kebijakan, yaitu cara mencapai tujuan perusahan. Kebijakan meliputi garis pedoman, aturan dan
peraturan serta prosedur guna mendukung usaha pencapaian tujuan.
5. Profil Perusahaan, yang menggambarkan keaadan perusahaan baik
dari sisi keuangan, sumberdaya manusia, dan sumberdaya pisik.
6. Lingkungan ekternal, semua
kekuatan yang akan mempengruhi pilihan strategi sert mendefinisikan situasi
kompotitifnya.
7. Lingkungan Internal, meliputi
semua unsur bisnis yang ada di dalam perusahaan.
8. Analisis Strategi dan Pilihan,
terutama ditujukan pada keputusan investasi untuk masa yang akan datang.
9. Strategi Unggulan, yaitu rencana
umum dan komprehensif dari semua tindakan utama yang ditujukan kepada
pencapaian tujuan dalam lingkungan yang dinamis.
10. Strategi Fungsional, merupakan penjabaran dari strategi umum yang akan
dilaksanakan oleh bagian-bagian (divisi)
11. Pelembagaan Strategi.
PIJAKAN DASAR UNTUK MANAJEMEN STRATEGI
Manajer strategi yang ingin berhasil
harus dapat menganalisis fungsi utama bisnis yang ada di dalam organisasi dan
mengerti bagaimana mempengaruhi proses manajemen strategi serta bagaimana pula
cara mengintegrasikannya Manfaat
hubungan antara fungsi bisnis dan proses manajemen strategi tidak boleh
diabaikan.
Secara umum ada tiga fungsi utama
bisnis, yaitu produksi, pemasaran, dan keuangan. Selain itu terdapat juga fungsi yang lain
seperti sumberdaya manusia, riset dan pengembangan, serta hubungan dengan
masyarakat. Kesemuanya mempunyai
pengaruh langsung, utama, dan sangat besar terhadap proses manajemen strategi.
Fungsi Produksi
Dalam Manajemen Strategi
Produksi merupakan nama lain dari
operasi. Fungsi produksi dikejakan oleh orang-orang yang ada di dalam
organisasi yang bertugas menghasilkan barang dan jasa (produk) yang nantinya
akan dikirim kepada konsumen. Produk yang dihasilkan baik ukuran, kuantitas,
kualitas, maupun harganya harus sesuai dengan karekteritik konsumen, karena
jika tidak konsumen akan menolaknya. dari sisi produsen. Jadi pada akhirnya konsumen adalah penentu
segala-galanya.
Fungsi Pemasaran
Dalam Manajemen Strategi
Fungsi pemasaran merupakan dimensi
pertama dan utama dari perusahaan.
Pemasaran berada pada garis terdepan karena akan berhadapan langsung
dengan masyarakat konsumen. Pemasaran
meliputi: perencanaan dan pelaksanaan
penetapan harga, promosi, dan distribusi produk. Pmasaran juga harus dapat
mengetahui secara tepat setiap perubahan yang terjadi dengan prilaku
konsumen. Dari hasil pemantauan
pemasaran ini dibawa ke rapat manajemen puncak untuk dibahas dan dirumuskan
dalam proses manajemen strategi.
Analisis pasar akan meliputi: analisis pasar, analisis kecenderungan
pasar, analisis peluang pasar, dan analisis segmentasi pasar. Prinsip utama dalam pemasaran adalah
bagaimana mengupayakan agar produk yang dihasilkan dapat diterima konsumen.
Fungsi Keuangan
Dalam Manajemen Strategi
Fungsi keuangan merupakan aktivitas
yang dihasilkan oleh perpaduan dari aktivitas produksi, aktivitas pemasaran,
aktivitas sumberdaya manusia, dan aktivitas lainnya. Aktivitas pemasaran merupakan aktivitas yang
menghasilkan uang, sedangkan aktivitas lain di luar pemasaran merupakan
aktivitas mengeluarkan uang. Pengeluaran
uang dapat berbentuk biaya, dapat pula berbentuk beban. Sedangkan enerimaan uang dapat berupa
pinjaman, setoran modal, atau penerimaan dari hasil penjualan.
Untuk mengetahui sampai sejauhmana
fungsi keuangan berjalan dengan efektif, maka analisis yang dilakukan
berhubungan dengan analisis rasio, analisis pulang pokok (break event),
analisis nilai sekarang, analisis nilai akan datang, analisis potensi, analisis
penyimpangan dan keberhasilan, dan berbagai analisis lainnya. Dalam melakukan
analisis di atas data yang diunakan biasanya diambil dari laporan keungan
perusahaan.
Fungsi Sumberdaya
Dalam Manajemen Strategi
Semua fungsi bisnis tidak akan
berjalan dengan sendirinya meskipun telah dilengkapi dengan berbagai peralatan
modern. Semua fungsi hanya akan bergerak
jika dilengkapi dengan sumberdaya manusia.
Kualitas pekerja biasanya sangat tergantung pada kualitas sumberdaya
manusia. Semakin baik kualitas
sumberdaya manusia, semakin baik pula kinerja dan produk yang dihasilkan dan
akan semakin berkualitas pula proses manajemen strateginya. Analisis sumberdaya
manusia dalam proses manajemen strategi meliputi: rekrutmen, pelatihan dan
pengembangan.
Dalam proses manajemen strategi,
penerimaan (rekrutmen) sumberdaya manusia harus melalui proses merit
yaitu proses rekrutmen tenaga kerja berdasarkan pertimbangan rasional,
obyektif. Tidak dibenarkan menggunakan
sistem Spoil, yaitu proses rekrumen
berdasarkan pertimbangan kenalan, hubungan baik, keluarga, suka dan tidak suka,
serta belas kasihan.
Fungsi Riset dan
Pengembangan Dalam Manajemen Strategi
Karena lingkungan perusahaan
senantiasa mengalami perubahan dan karena di dalam manajemen strategi setiap
perubahan harus diantisipasi, maka untuk mengetahi secara lebih cepat dan tepat
tentang perubahan yang terjadi perlu dilakukan penelitian. Perubahan lingkungan biasanya mengarah pada
perubahan kualitas yang lebih baik, oleh karenanya penelitian yang dilakukan
harus ditujukan untuk pengembangan produk.
MATRIKS PRIORITAS STRATEGI
Dalam matriks ini akan digambarkan
sasaran yang akan dicapai dengan mempertimbangankan kepentingan-kepentingan
peusahaan.
TINGGI
|
SEDANG
|
RENDAH
|
|
T
I
N
G
G
I
|
Prioritas
Tinggi
|
Prioritas
Tinggi
|
Priorias
Sedang
|
S
E
D
A
N
G
|
Prioritas
Tinggi
|
Prioritas
Sedang
|
Prioritas
Rendah
|
R
E
N
D
A
H
|
Prioritas
Sedang
|
Prioritas
Rendah
|
Prioritas
Rendah
|
Dari tabel di atas akan mudah
diketahui skala prioritas dari sasaran perusahaan yang akan dicapai. Jika prioritas tinggi, maka kebijakan yang
diambil harus segera diimplementasikan dan harus dimonitor secara terus
menerus, sehingga setiap perubahan yang terjadi dapat dengan segera
diantisipasi.





0 komentar:
Posting Komentar