Narasi Pagi Untuk Siang
Dan Malam
Lolongan jago mulai terdengar
riuh
Fajar sudah beberapa detik yang lalu menampakkan diri
Aktifitas dan keramain kota
-telah memadati jalanan dan trotoar
Puntung rokok dan bercekan kopi bekas semalam
Mengingatkanku tentang waktu yang terbuang
-Tanpa peduli
Udara pagi membuatku menggil
Sebab semalam aku berbuat batil
Katanya banyak yang meminta pertolongan
Atas perbuatan yang tak bertuan
Bahkan luka-luka itu terus meneteskan air mata
Aku hanya ibarat dedaunan
Yang gugur dari rerenting pepohonan
Ini bukan tontonan atau lelucon sirkus
Namun narasi yang tak membawakan hasil
Dimana cerita tentang pagi
-yang selalu di gambarkan semangat yang tinggi?
Sementara harga diri
Hanya terukur oleh kedudukan dan materi
Kini kesempatan terus terbuang sia-sia
Sebab mereka sibuk munggunjing
Saling menjatuhkan satu sama lain
Bagai asap yang gagal menjadi awan





0 komentar:
Posting Komentar