Sepi Itu Bernama Maya
Kembali kurangkai kata menjadi sajak
Sekedar mengenangmu
Pada sebagian hembusan nafas
-di awal babak memasuki subuh
Lama sekali tak ku jumpai kunang-kunang
-yg memberikan isyarat
Saat engkau tak datang dalam mimpiku
Malam kini begitu larut, tapi
Tak sedikitpun kantuk menyapaku
Aku terlena dalam hayalan para pemimpi
Sesekali seraut wajah merasuki jiwaku yang rapuh
Kini aku hanya bertumpu
-pada onani imajinasi yang tak nyata
Apalah arti kesetiaan dan kerinduan
Jika pengorbanan hanya meneteskan air mata
Dan bayangmu kian tak berwujud
Sirna dalam percikan fatamorgana.
F
Malang 06/10/12





0 komentar:
Posting Komentar