Sebuah Gerakan Mahasiswa
Oleh:Anak Asuh el-Hatta
Mahasiswa
dengan segala potensi dan kelebihan kesempatan yang telah dimilikinya memiliki
banyak peran strategis di masyarakat. Memahami kembali gerakan mahasiswa yang
akan penuh tantangan dan tanggung jawab lebih kedepannya. Idealisme mahasiswa
yang dibangun dengan dasar intelektualitas, integritas, dan kepedulian terhadap
masyarakat menuntut mahasiswa untuk bisa memberikan yang terbaik untuk
masyarakat. Ada realitas yang menunjukkan tidak semua mahasiswa memiliki
ketersadaran dan keterlibatan dengan gerakan mahasiswa. Hal ini disebabkan
mahasiswa MahwabasisIndonesia
terhinggapi virus pragmatisme dan apatisme dan lain lain
atau sebuah Sistem pendidikan yang berlaku cenderung
mendukung tersebarnya virus pragmatisme dan apatisme karena sepertinya hanya
membentuk mahasiswa yang pintar dan terampil serta berorientasi kerja untuk
memenuhi permintaan pasar. Mahasiswa saat ini bisa dikatakan unggul dalam hal
intelektualitas dan akademik akan tetapi perlu reformasi pemahaman lebih
terkait moral dan politik. Karena bagaimanapun sebagai sebagai seorang first class citizen , permasalahan moral
dan politik seharusnya sudah menjadi santapan sehari-hari yang tidak bisa
dipisahkan dari kehidupan.
Oleh
karena itu, Dibutuhkan sebuah rekayasa sosial yang konseptual dan sistematis
untuk melakukan pencerahan moral dan politik terhadap mahasiswabuah Militansi Gerakan sehingga mereka
menyadari tanggung jawabnya yang bukan sekedar tanggung jawab akademis, namun
juga sebuah tanggung
jawab sosial, tanggung jawab moral, tanggung jawab politis serta tanggung jawab
kesejarahan Masyarakat luas.
Keseluruhan tanggung jawab tersebut inheren dalam diri mahasiswa seiring
berubahnya status dan identitas menjadi mahasiswa. Keseluruhan tanggung jawab
tersebut merupakan konsekuensi identitas mahasiswa.
Gerakan
Moral Mahasiswa adalah sebuah gerakan yang berlandaskan hati dan idealisme serta sebuah
Idiologi untuk membela dan memperjuangkan hak-hak masyarakat
yang tidak tertunaikan oleh pemerintah yang ada.Hal yang paling mendasar yaitu Hak
pendidikan layak, murah dan terjangkau, hak kesehatan yang setara, pelayanan
hukum yang adil tanpa memandangdan
pelakunya dan tidak memihak,
apresiasi politik yang berkualitas, pekerjaan yang layak, kemampuan mendapatkan
informasi yang sesuai serta hak asasi manusia. Disinilah peran mahasiswa untuk
memperjuangkan kepentingan layak dengan di awali proses kajian yang akan
meningkatkan daya kritis mahasiswa, lalu dilanjutkan dengan aksi seperti
advokasi, menekan kebijakan pemerintah, meng-empower masyarakat dengan pengabdian masyarakat, serta mengusulkan
alternatif solusi yang pro-rakyat. Perlu diyakini oleh mahasiswa bahwa dengan
idealisme kita yang pro-rakyat, maka kita akan bisa mencari dan menemukan
solusi yang secara akademis-logis bisa mendukung rakyat.
Mahasiswa diharapkan mampu membimbing
masyarakat menuju kemapanan dan kesejahteraan. Kekuatan hati nurani dapat
menjadi sebuah energy yang membuat gerakan mahasiswa berjalan secara
berkelanjutan dan konsisten.
Gerakan
politik yang di usung oleh mahasiswa adalah gerakan politik nilai, artinya
suatu gerakan politik yang berbasis kebenaran ilmiah dan tidak memandang siapapun yang berkuasa. Selama pemerintahan
yang ada melakukan kesalahan, maka mahasiswa wajib memberikan kritik dan saran
untuk perbaikan kedepannya. Bisa dikatakan pula bahwa mahasiswa adalah oposisi
konstruktif abadi. Dengan berbekal pengetahuannya, seharusnya mahasiswa juga
mampu membuat pemerintah tandingan dalam arti memberikan pandangan gagasan dan
ide yang bisa dijalankan menurut versi mahasiswa. Dalam gerakan politik nilai
mahasiswa bersifat independen, dimana mahasiswa juga tetap harus melakukan
gerakan extra parlementer yang
menuntut mahasiswa untuk tidak masuk ke dalam system pemerintahan. Gerakan ini
memainkan perannya sebagai social control
dan social pressure terhadap
pemerintahan yang ada. Segala tindakan aksi dan lainnya didasari oleh nilai
yang jelas dan bisa terbukti secara ilmiah.
Bagaimanapun
tugas inti mahasiswa adalah mengoptimalkan segala potensi dan kesempatan yang
ada untuk meningkatkan kapasitas diri maupun peran. Menjadi kapasitas diri
bermanfaat untuk meningkatkan kapasitas masyarakat. Menjadi pembelajar sejati,
senantiasa mengambil pelajaran dari segala hal yang terjadi di dalam kehidupan
agar kita memiliki kedewasaan dalam berpikir dan bertindak melebihi usia
biologis kita. Dengan itu diharapkan mahasiswa siap menjadi pemimpin di masa
yang akan datang.





0 komentar:
Posting Komentar