Senin, 07 Januari 2013

Kosmologika


Kosmologika

Kembali angin meriuh hujan
Langit terbelah menyebar petaka
Air mata laksana mutiara di dasar lautan
Terus menghujam pada setiap tetesannya

Desas-desus mencekam membabi buta
Menghantam kehormatan dan martabat

Bukan sosok ataupun nasab
Namun otak yang mengalir
Bagai tetesan telaga
Begitu elastis memasuku setiap ruang

Kemana tapak ini harus melangkah
Sementara  perdebatan tumbuh dimana-mana
Ajaran tak lagi di pedulikan
Dan hati ini terus berkabut

Dinding-dinding kenistaan
Berdiri tegak menjulang langit
Membahasakan kemunafikan dan keangkuhan
Langkah kakiku terhenti
Pada tiga babak sebelum sandiwara usai

Ò     Malang 12/12/12

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Design Downloaded from Free Blogger Templates | free website templates | Free Vector Graphics | Web Design Resources.